Minggu, 29 Juli 2018

Derap Senyap Senja

Kepada Nurii

Kala Tuhan membariskan tentaraNya
Dititahkan mereka menidurkan mentari

Bagi yang pengap hari
Biar ada yang gelap juga
Tuhan pun pula memanggil penyangga rembulan
Agar bangun, biar ada terang temaram
Di senyap jelang malam

Dan hari saat Tuhan memperjalankan semesta
Mempertemu kaki dengan pijak letih perbatasan hari,
Selepas bunyi-bunyian jadi lirih
Entah sepi yang patah
Atau derap yang menegur masa
Saat jumpaku di antara dua senja kala

Baru berdenting arloji
Menuntun lemah menderap

Bukan dari batu lalu membatu
Bukan dari air kemudian beku
Dingin menggubah nada derapku
Jadi bunyi lagu cinta

Selamat datang sekian kali ini
Kasih senyap jangkrik dan serdadu derik
Biar sempat sampai tempat menumpat catu
Membenarkan arah
Mengarak senyap
Hinggga sepi sunyi terserap di batas senja


Cintamulya, Juni 2018

Poetry had written by Imam Khoironi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar