Kepada Nurii
Kala Tuhan membariskan
tentaraNya
Dititahkan mereka
menidurkan mentari
Bagi yang pengap hari
Biar ada yang gelap
juga
Tuhan pun pula
memanggil penyangga rembulan
Agar bangun, biar ada
terang temaram
Di senyap jelang malam
Dan hari saat Tuhan
memperjalankan semesta
Mempertemu kaki dengan
pijak letih perbatasan hari,
Selepas bunyi-bunyian
jadi lirih
Entah sepi yang patah
Atau derap yang menegur
masa
Saat jumpaku di antara
dua senja kala
Baru berdenting arloji
Menuntun lemah menderap
Bukan dari batu lalu
membatu
Bukan dari air kemudian
beku
Dingin menggubah nada
derapku
Jadi bunyi lagu cinta
Selamat datang sekian
kali ini
Kasih senyap jangkrik
dan serdadu derik
Biar sempat sampai
tempat menumpat catu
Membenarkan arah
Mengarak senyap
Hinggga sepi sunyi
terserap di batas senja
Cintamulya, Juni
2018
Poetry had written
by Imam Khoironi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar