Rabu, 06 September 2017

Surat Mutiara Kecil untuk Ibu Pertiwi


Cintamulya, 03 Agustus 2017
Suratku Untuk Pertiwi

Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala, tetap di puja-puja  bangsa
Di sana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua, tempat akhir menutup mata
Sungguh indah tanah air beta, tiada bandingnya di dunia
Karya indah Tuhan Maha Kuasa, bagi bangsa yang memujaNya
Indonesia ibu pertiwi, kau puja kau kukasihi
Tenagaku bahkan pun jiwaku
Kepadamu rela kuberi

Kepada : Ibu Pertiwi
Surat ini dibuat untukmu, negeriku Indonesia. kini usiamu telah mencapai 72 tahun, 72 tahun
sudah engkau merdeka, 19 tahun kau merasakan indahnya reformasi. Tulisan ini dibuat oleh anakmu wahai bunda Pertiwi, yang belum mampu menjadi anak bangsa yang baik. Maafkan kami bunda, karena kami terlalu banyak meminta dan tak ada habis-habisnya untuk meminta lagi, lagi dan lagi, yang sering kali lupa untuk berbagi. Sedangkan engkau selalu memberi kami naungan kasihmu yang tak pernah putus. Cintamu murni tiada terbagi.
Lebih dari 17.504 pulau mu, dengan luas perairan 93.000 km2 serta panjang pantai sekitar 81.000 km2 atau sekitar 25% panjang pantai dunia. Lebih dari 740 suku bangsa,  583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk, 18% dari total kekayaan terumbu karang di dunia dan masih banyak lagi. Apa lagi yang harus diragukan!.
Ketika aku ditanya seberapa bangga aku padamu?. Akan aku jawab dengan tegas bahwa “aku sangat bangga padamu”. karena kau adalah bagian hidupku begitu pula aku adalah bagian hidupmu. Engkau adalah negeri yang kaya, kau paru-paru dunia yang memiliki beragam suku, budaya, dan kekayaan alam lainnya. Engkau bagaikan surga yang terpendam.
            Dimana ada kelebihan, pasti ada kekuranangan, tiada yang sempurna kecuali sang pencipta. Disisi kelebihanmu, kau diuji dengan para kaum munafik dunia, pinokio jahat yakni koruptor, mereka telah menjadikan 48% dari rakyatmu miskin. Lalu sumber daya alammu dikelola oleh para manusia tak bertanggung jawab, serta terciptanyan penjahat-penjahat yang memprsulit birokrasi saudara sendiri.
Aku yakin ini adalah ujian bagi anak-anak bangsamu untuk menyelesaikan masalah-masalah itu, menjadikanmu unggul dibanding negara lain. Kau butuh kami, tentu engkau membutuhkan kami. Anak bangsa yang memiliki cita-cita luhur dan percaya bahwa akan mampu menjadikan Indonesia yang lebih indah.
            Ibu pertiwi, kaulah sebaik-baiknya tanah air, kaulah sebaik-baiknya negara, kaulah sebaik-baiknya guru. Pantaslah seharusnya kau dicintai, singkirkan perpecahan dan kriminalistas di negeri ini, karena Indonesia adalah satu. Pantaslah gelar “Ibu Pertiwi” kau sandang. Kau diusik tapi tetap sabar dan tak membalas, kami melecehkanmu tapi kau memberi kami kasih sayang. Begitu besar kasih sayangmu yang tak pernah putus. Tak peduli apapun yang diperlakukan padamu, semoga engkau menjadi tempat yang lebih dihargai, lebih tingggi dan lebih mulia, Amin. Kun fayakun. Dirgahayu Indonesiaku…merdekaa.

Salam hanagat dan cinta dari anak bangsa





2 komentar:

  1. Pntas jika bersndang sertifikat, diksi mumpuni dgn daya pikat, mnlis jjur dri sdut pndang trlihat..

    Slmt ya, blog'y mju trus.. Amien..!!!

    BalasHapus
  2. terimakasih.. mudah2an dapat bermanfaat..

    BalasHapus